Ramadan Dalam Ingatan Sepanjang Dua Puluh Tahun

Rasanya tidak afdol jika tidak bercerita tentang Ramadan di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Itulah mengapa saya memanggil memori dua puluh tahun ke belakang demi mencari sesuatu yang bisa saya ceritakan di sini. Sebenarnya saya sendiri kaget ketika berhitung dan mendapati angka cantik dua puluh ini sebab saya pikir angka yang akan saya peroleh adalah lebih dari bilangan tersebut. Ternyata saya masih cukup muda, kok. Ha! Biarlah angka-angka terus bertambah, tetapi semangat muda harus tetap dalam jiwa, kan? Continue reading

Wiwit

Lama tidak menulis tentang girls squad. Jadi begini, saat kuliah dulu saya punya semacam geng yang anggotanya mencapai belasan perempuan dan setelah melalui kurun waktu tertentu akhirnya kami dipanggil Keluarga Guci. Ceritanya agak rumit buat diceritakan di sini. Kalau mau tahu mungkin saya bisa cerita saat nanti kita ketemuan langsung. Nah, kapan? Continue reading

Antara Aku dan Saya Pada Hari Minggu

Saat itu hari Minggu. Aku dan saya bersilang pendapat di dalam kepala. Aku ingin pergi ke toko buku. Sudah lama sekali aku tidak menyapa buku-buku dalam deretan rak-rak kayu itu. Mereka kawanku. Aku kawan mereka. Kami adalah hubungan simbiosis mutualisme.

Tetapi saya tergiur dengan iming-iming kesempatan berjumpa dengan tokoh kenamaan di dunia sastra tanah air. Sebut saja namanya Kang Abik. Menurut saya, kesempatan macam begitu di kota kecil seperti ini tentu tak boleh disia-siakan. Continue reading

Kenang-kenangan dari Festival MocoSik

Very late post. Ini acara yang saya datangi bulan Februari lalu. Mendadak saya ingat bahwa ada sesuatu yang menarik dari acara tersebut dan ingin saya bagi di sini. Acaranya berlangsung tiga hari di Jogja Expo Center, tapi saya hanya ikut satu hari dan satu sesi saja yaitu sesi bincang Buku dan Generasi Millennial. Selain karena daya tarik seorang news anchor sekelas Najwa Shihab, terdapat Glenn Fredly dan Tompi yang menjadi MC dalam acara itu. Selain itu, yang membuat saya rela begadang menyelesaikan pekerjaan—yang ternyata tetap saja terbengkalai—agar bisa berangkat ke Jogja pagi-pagi adalah karena ini kali pertama diadakan MocoSik, festival yang menggabungkan festival buku dengan musik. Sempat nggerundel, kok nggak dari kemarin, sih, diadakannya, waktu saya masih di Jogja, gitu. Tapi apa gunanya menggerutu? Jadi saya putuskan untuk mengikuti acara tersebut. Continue reading

My Crush

Sesekali menulis tentang cinta, boleh lah ya. Lagipula sepertinya tidak banyak yang akan menemukan saya di sini—dan semoga pemikiran ini benar. So,  my crush my inspiration. Ini bukan tentang kisah kasih di sekolah. Juga bukan tentang cinta bertepuk sebelah tangan. Ini tentang penggemar dengan idolanya. Penggemar itu adalah saya. Dan idolanya adalah seorang musisi. Continue reading