BERBAGI ADALAH BERBAGI ADALAH BERBAGI

Kalau di sini kamu berharap menemukan kisah ajaib tentang berlipatgandanya kekayaan setelah bersedekah, maaf saya tidak punya. Kalau di sini kamu berharap menemukan kisah menyentuh tentang kedermawanan konglomerat yang royal membelanjakan hartanya untuk kegiatan amal di mana-mana, maaf saya juga tidak punya. Kalau di sini kamu berharap menemukan kisah mengharu-biru tentang kaum miskin papa tapi rela memberikan satu-satunya koin yang ia punya untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan, sekali lagi maaf saya juga tidak punya.

Harap maklum, saya memang tidak punya apa-apa. Namun demikian, saya tetap ingin berbagi cerita. Sebab, ya, jangan takut berbagi, kan?

Jadi begini, Continue reading

Unpopular Opinion #1

Tulisan ini berangkat dari keresahan saya yang hampir selalu tidak berani berpendapat, yang hampir selalu cenderung mengiyakan opini orang lain, yang hampir selalu ikut-ikutan tren, yang hampir selalu butuh membaca/melihat/mengamati karya penulis/seniman/crafter lain untuk menulis/menggambar/membuat kerajinan tangan. Akankah saya selalu mengekor beginiĀ  terus sampai akhir hayat nanti? Continue reading

Hujan dan Kemarau

Dulu, kalau disuruh memilih, saya lebih suka musim kemarau daripada musim hujan. Alasannya sederhana, suara angin musim kemarau itu syahdu. Saat siang-siang, entah bagaimana suara anginnya seperti membawa saya terbang ke Jepang. Mungkin saya kebanyakan nonton film Jepang, yang mana hampir selalu ada sesi musim panasnya dengan suara angin dan kumbang yang khas itu. Saat malam-malam, suara anginnya seperti lagu yang meninabobokan. Sampai-sampai saya berharap selamanya adalah malam musim kemarau. Continue reading

28 Alasan: Semua Tentang Korea

Kalau menurutmu saya orang yang baru saja mengikuti segala sesuatu tentang Hallyu alias Korean Wave alias dunia hiburannya negeri ginseng itu, maka kamu salah. Kalau menurutmu saya tidak pantas menjadi fangirl, jujur saya pun kerap merasa demikian. Buat saya yang sudah muslim sejak lahir, oh ya jelas, tentu saja saya merasa bersalah karena masih saja berkubang dalam kesenangan dunia yang sungguh fana ini. Continue reading

Membicarakan Pooh dan Alice

Suatu kali, saya membaca buku Winnie the Pooh seri pertama versi terjemahan bahasa Indonesia yang sampulnya kuning cetar membahana. Saya baca mulai dari halaman depan yang kosong melompong, lanjut ke halaman judul, ke halaman keterangan buku yang isinya printilan macam ISBN dan kawan-kawan, seterusnya ke bagian prolog, lalu sekilas ke daftar isi, kemudian sampailah di bab satu. Begitu membaca paragraf pertama, kedua, ketiga, bertemu dengan gambar ilustrasi yang uwu, sampai hampir habis bab satu, ternyata susah sekali saya memahami ceritanya. Apa yang tertangkap mata tidak mampu tertangkap pikiran, lewat begitu saja seperti menjaring air. Continue reading

Agustusan

Namanya Nismara. Pada suatu pagi di hari Minggu, dengan digendong sang ibu dia mendatangi keramaian di halaman depan mushola. Ada syukuran dan lomba tujuhbelasan digelar di sana. Lomba pertama-tama yang dia saksikan adalah adu cepat memilah kedelai hitam di antara kedelai putih. Continue reading

Sambang Srambang

Jujur, meskipun warga asli, ini pertama kali saya datang ke Srambang. Namun sepanjang yang saya tahu, Srambang telah banyak berubah. Di zaman traveling seperti sekarang, penampakannya kini telah menjadi wisata alam yang kekinian. Dulu, paling banter pengunjung diberi suguhan air terjun komplit dengan pohon pinus dan sungai. Ya, memangnya mau apa lagi? Namun, kini selagi berjalan menuju ceruk di antara tebing tempat keberadaan mengalirnya air terjun tersebut, terdapat berbagai tanaman dan bunga yang menyambut para pejalan kaki. Continue reading