Pulang

Terdapat sebuah rumah di belakang mushola. Meskipun bangunannya model tua, tetapi perabotnya tidak tua-tua amat. Terbukti dengan adanya sebuah televisi layar datar di sana. Saat itu seorang bocah laki-laki menyaksikan sajian televisi. Tidak jauh darinya, seorang perempuan duduk bersila. Sebenarnya masih ada banyak orang lain di sana saat itu, hanya saja cuma mereka berdua yang khusyuk menonton si kotak ajaib.

“Tante kapan pulang?”

Tanya bocah itu tiba-tiba. Tetapi matanya tetap fokus pada layar televisi. Ia tidak peduli pada tatapan aneh tantenya.

“Ini ‘kan sudah pulang.”

Perempuan yang dipanggil tante itu berhenti memandangi si bocah laki-laki dan menjawab pertanyaan anehnya. Ia memang telah lama jauh dari keluarga demi menempuh studi di luar kota.

“Bukan itu.”

“Lalu apa?”

“Maksudnya, kapan pulang ke surga?”

Perempuan itu menoleh seketika. Bukan hanya kaget, ia tidak menyangka anak sekecil itu menanyakan soal pulang ke surga. Bocah laki-laki itu masih duduk di bangku kelas 2 SD.

“Mana tante tahu.” Katanya pasrah.

“Eh, atau pulang ke neraka.”

Perempuan itu merah padam mukanya. Ia lalu tersenyum kepada si bocah kecil. Lalu mereka kembali menyaksikan sajian televisi.
(hae)

*foto di atas diambil oleh Eko Nurdianto

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s