Kebetulan yang Terencana

Ada yang terpendam dalam pikiran dan mendesak ingin keluar. Ini sisa-sisa kenangan Ramadhan tahun ini, 1437 H. Selagi satu bulan Ramadhan kemarin masih terbayang jelas dalam benak. Sebelum sebelas bulan ke depan menggerus ingatan. Ada satu kisah yang belum kuceritakan.

Suatu malam usai tarawih aku menemani kawanku keluar. Ia bilang ingin minum jus. Kami berjalan beriringan menyusuri gang rumah kos kami. Lalu teringat bagaimana lucunya awal pertemuan kami.

Pada hari kami bertemu pertama kali adalah satu hari seperti hari-hari biasanya. Aku berangkat ke toko. Memastikan benang-benang dan beragam alat rajut terpajang dengan benar dan dalam jumlah yang cukup. Menemani asisten dalam tugasnya melayani dan mengajari para pengunjung yang ingin belajar merajut.

Sungguh, semuanya berjalan seperti biasa. Kemudian dia datang. Saat itu aku tidak tahu bahwa kedatangannya akan membawa banyak perubahan dalam hidupku. Aku menyambutnya dengan sambutan yang sama seperti sambutanku kepada pengunjung yang lain. Menjawab setiap pertanyaannya, setiap keingintahuannya tentang rajut.

Saat itu, tercipta obrolan ringan di antara kami. Entah bagaimana denganmu, tetapi ketika aku bertemu orang–terutama perempuan–yang sama-sama mengenakan jilbab dan rok kedodoran rasanya seperti bertemu saudara jauh. Mendadak akrab, seperti sudah lama kenal.

Ia pun tidak ragu menceritakan perjalanannya menemukan toko rajut ini. Sebelumnya ia pergi ke toko benang jahit, sedang yang ia cari adalah benang rajut. Di sana, ia bertemu dengan seorang pengunjung yang berbaik hati memberitahunya tentang keberadaan toko benang rajut ini. Singkat kata sampailah ia di toko ini setelah diantar ‘orang yang tak dikenal’ tersebut.

Sembari merajut, obrolan kami berlanjut. Basa-basi saja sebenarnya. Seputar nama, asal, tempat tinggal, pekerjaan, dan yang tidak kusangka akan dia tanyakan: umur! Lalu aku pun basa-basi bertanya padanya apakah masih ada kamar kosong di rumah kosnya. Jawabannya di luar dugaanku. Masih ada!

Aku mulai tertarik dengan obrolan kami. Aku memang sedang mencari tempat tinggal baru. Apalagi, kudengar kata ‘Jogokariyan’ ia sebut-sebut. Sebuah daerah yang semenjak aku kuliah telah digembar-gemborkan oleh banyak rekan sebagai daerah yang islami.

Awalnya ia tampak tidak berminat menerimaku sebagai teman barunya di rumah kos. Mungkin ia pikir aku tidak sungguh-sungguh mencari tempat tinggal baru. Namun kemudian ia mau memberiku alamat rumah kosnya.

Pada hari yang telah kami sepakati, aku berkunjung ke tempatnya. Rumahnya benar-benar dekat dengan masjid Jogokariyan. Selang sehari dua hari kemudian, kami telah menjadi rekan satu kosan.

Berkat pertemuan itu, aku dapat merasakan kentalnya atmosfir Islam di Jogokariyan. Menghabiskan Ramadhan sebulan penuh di sana. Mengetahui rumah Ust. Salim A. Fillah beserta istri dan anak-anaknya (eh, abaikan!). Mencicip secara gratis nikmatnya masakan ibu kos. Mendapat wejangan tentang pernikahan hingga bisnis dari bapak kos. Dan tentu saja bertemu dengan kawan-kawan sesama perantauan.

Semuanya terasa seperti kebetulan. Dia yang kebetulan bertemu dengan orang di toko benang jahit. Orang yang kebetulan tahu letak toko benang rajut. Aku yang bekerja di toko benang rajut dan kebetulan sedang mencari tempat tinggal baru. Rumah kos yang kebetulan sedang memiliki kamar kosong. Luar biasa! Bagaimana mungkin kebetulan-kebetulan ini terjadi dengan rapi?

Pada titik inilah aku paham. Tentang apa yang diucapkan banyak orang kepadaku. Bahwa tidak ada kebetulan dalam hidup ini. Bagiku, dia, dan juga mungkin kau, kisah pertemuan kami adalah sebuah kebetulan. Tetapi tidak bagi Allah. Ia lah yang menciptakan kebetulan-kebetulan ini dan ribuan hingga jutaan kebetulan lain yang terjadi setiap hari. Aku menyebutnya dengan kebetulan yang terencana. Dan mari kita percayai bahwa pertemuanku denganmu bukanlah sebuah kebetulan.

[]

Selamat hari raya Idul Fitri 1437 H
Mohon maaf lahir batin
Semoga Allah berkenan menerima semua amal perbuatan kita
Salam~

(hae)

Jogokariyan, 29 Juli 2016

*sumber gambar di sini

Advertisements

One thought on “Kebetulan yang Terencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s