LifeGoals: Hari Kembalinya Ruh Seorang Penulis

Hari itu hati saya kalut. Ada sebuah cita yang tak kunjung tercapai. Padahal jiwa dan raga sudah lelah. Ditambah lagi saya tidak punya pendukung setia. Maka mudah sekali hati saya goyah dalam memperjuangkannya.

Hari itu adalah rangkaian hari di bulan Oktober. Sebuah pintu telah tertutup bagi saya. Pintu itu memiliki ukiran yang indah di seluruh permukaannya. Di balik pintu itu terdapat sebuah negeri tempat kelahiran Harry Potter.

Hari itu adalah hari Jumat. Sebuah pintu yang lain terbuka bagi saya. Meskipun hanya berupa celah kecil, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Saya ketuk pelan-pelan. Barulah pada keesokan harinya, celah pintu itu terbuka lebar.

Oke, cukup sudah teka-teki perumpamaan ini!

Hari itu tanggal 14 Oktober 2016. Hari terakhir pendaftaran beasiswa yang saya inginkan—inilah pintu pertama—sekaligus hari terakhir pendaftaran workshop kepenulisan yang ingin saya ikuti—inilah pintu kedua. Kedua pintu ini sama-sama menuju ke majelis para penulis. Bedanya, penulis di pintu pertama berasal dari seluruh penjuru dunia sedangkan penulis di pintu kedua berasal dari seluruh pelosok Jogja.

Pada hari saya gagal mendaftar beasiswa, saya bulatkan tekad untuk mendaftar workshop kepenulisan. Saya kebut kelengkapan administrasinya—yang berupa penulisan data diri dan motivasi—tepat 24 menit sebelum pendaftaran ditutup!

Mengutip sebagian isi teks UUD 1945, “Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa,” saya menjadi satu di antara tiga puluh peserta workshop kepenulisan tersebut. Tentu saja ini menjadi obat pelipur lara bagi saya yang baru saja gagal mendaftar beasiswa karena terkendala bahasa. Lidah saya terlalu Jawa untuk berkomunikasi dengan mahaguru di negerinya J.K.Rowling itu.

LifeGoals. Tujuan hidup. Demikian tajuk workshop kepenulisan tersebut. Kata itulah yang mendorong saya kuat-kuat untuk mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung pada bulan Oktober hingga Desember ini. Penyelenggaranya adalah ZettaMedia, sebuah network yang memiliki 12 portal. Saya semakin tergiur untuk mendaftar pelatihan ini saat mengetahui materi kepenulisan yang beragam, mulai dari viral content writing, fiction writing, copy writing, fashion blogging, travel writing, public speaking, personality test, career preparation, hingga creativepreneur. Masih ditambah lagi pengisi materinya adalah para pakar di bidangnya, sebut saja Kak Ollie, Bernard Batubara, dan masih banyak lagi.

Ini Bang Benz yang sedang serius memberikan materi tentang penulisan kreatif

Ini Bang Benz yang sedang serius memberikan materi tentang penulisan kreatif

Pada materi creativepreneur, saya tidak menyangka bahwa ternyata materi ini selalu ada pada setiap pertemuan. Tidak main-main, mereka menghadirkan para pekerja kreatif yang sudah lama berkecimpung pada bisnis mereka masing-masing. Di antaranya ada owner Moccapillo, Gotosovie, dan Sampan Mimpi.

Ini owner Gotosovie

Ini owner Gotosovie, produk tas yang unik

Kebut-kebutan deadline macam pendaftaran awal itu masih berlangsung hingga hari ini. Saya seperti ditarik kembali ke masa satu tahun silam. Hari-hari di mana semua hari terasa sebagai hari minggu. Menulis siang malam, tetapi hati riang gembira. Meskipun memiliki jam kerja di tempat lain, saya bersikeras untuk menyelesaikan semua tugas menulis pelatihan ini. Agaknya inilah yang disebut cinta, diperjuangkan sampai akhir!

Sejauh ini, LifeGoals sudah rampung mengadakan pertemuan sebanyak 5 kali. Mengambil tempat di Kolase, Lippo Plaza, dan Ling Lung Kafe, saya sekaligus mengeksplorasi tempat baru. Semua tempat yang saya sebutkan itu baru pertama kalinya saya kunjungi ketika menghadiri pertemuan LifeGoals. Maklum, bukan anak nongkrong, bukan pula anak mall. Rangkaian workshop ini hampir mencapai ujungnya. Pertemuan puncaknya dijadwalkan besok hari Minggu di Smart Lounge Lippo Plaza dan terbuka untuk umum. Artinya, kamu yang membaca tulisan ini boleh ikut!

Pada setiap pertemuan selalu disertai dengan tantangan menulis. Saya dan rekan peserta lain—yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya—menulis artikel di portal Trivia, dan RibutRukun.

Ini saya dan teman-teman peserta LifeGoals ZettaMedia

Ini saya dan teman-teman peserta LifeGoals ZettaMedia

Saya sempat gagal paham ketika mendapat tugas menulis pertama kali. Alih-alih menulis artikel untuk Trivia, saya justru menulis kisah fiksi sepanjang dua paragraf. Kontan Mbak Prima—editor ZettaMedia sekaligus pendamping peserta LifeGoals—bertanya kepada saya, “Sebenarnya apa yang mau kamu tulis?” Agak hiperbola, rasanya saya seperti dihantam petir dan kilat yang menyambar-nyambar.

Ini Mbak Prima yang kece badai

Ini Mbak Prima yang mendampingi kami menulis selama 3 bulan program LifeGoals

Barulah pada tugas kedua, saya menulis artikel di jalan yang benar. Kami diberikan sejumlah tema artikel untuk portal RibutRukun. Bisa ditebak? Saya memilih tema single life! Di luar dugaan, artikel tersebut dianggap layak publish di portal RibutRukun. Setelah melalui tangan Mbak Prima sang editor, artikel tersebut bisa dibaca di sini. Iklan sponsor: mending nggak usah diklik kalau nggak penasaran.

Lalu tibalah serangan tugas LifeGoals. Kami dibombardir dengan tantangan menulis artikel hampir setiap hari. Salah satu hal yang saya sukai dari aktivitas tulis-menulis seperti ini adalah bahwa selalu ada hal baru yang bisa saya pelajari. Contohnya ketika saya menulis di Trivia tentang film horor komedi. Saya justru mendapatkan referensi tontonan akhir pekan dari sana.

Mengikuti LifeGoals, mengembalikan ruh penulis dalam diri saya yang hari-hari ini menghilang tak tentu rimbanya. Sesuai arti harfiahnya, LifeGoals meluruskan saya kembali ke jalan para pejuang pena. Jalannya orang-orang yang memilih menulis untuk menyebarkan energi kebaikan kepada orang lain, berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia. LifeGoals meyakinkan saya yang masih sering ragu untuk melangkah di jalan ini. Menguatkan saya yang sering diteror oleh perasaan takut dan was-was.

Satu lagi hal yang membuat saya bersyukur bisa bergabung dengan LifeGoals adalah terkabulnya keinginan agar tulisan saya masuk ke Line Today! Keinginan yang aneh memang, tetapi ini membuat LifeGoals benar-benar life goals bagi saya. Saya memang punya banyak motif ketika mendaftar LifeGoals dan susah menjabarkannya di sini karena tumpang tindih dan berlapis. Sempat maju-mundur karena saat itu baru pertama kali mendengar nama ZettaMedia. Setelah mencari tahu tentangnya, saya menemukan portal Trivia. Portal ini tidak asing bagi saya yang sering mondar-mandir di Line Today. Melalui portal inilah impian nyeleneh itu terwujud. Kalau mau baca bisa ke sini atau ke situ ya.

Ini tim dan peserta LifeGoals ZettaMedia

Ini tim, pembicara, dan peserta LifeGoals ZettaMedia

Sebagai catatan akhir, saya ingin mengingatkan diri saya kembali bahwa rezeki Allah datang dari berbagai pintu. Saat satu pintu yang kita ketuk tidak mau terbuka, ketuklah pintu-pintu yang lain. Bagi saya, mendapat kesempatan bertemu dengan Mbak Prima dan teman-teman LifeGoals adalah sebuah rezeki dari Allah yang datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka.

_hae

P.S. Seluruh gambar dalam tulisan ini berasal dari fotografer LifeGoals ZettaMedia

Advertisements

2 thoughts on “LifeGoals: Hari Kembalinya Ruh Seorang Penulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s