The Book of Life. Sebuah Cerita Rakyat dari Meksiko

Saya tahu film ini setelah mengerjakan tugas Lifegoals, workshop kepenulisan dari ZettaMedia. Minggu lalu, saya mendapati file film ini ada di folder netbook salah seorang teman. Tanpa pikir panjang saya meminta ijin untuk copy file-nya karena sebenarnya saya belum menonton film ini meskipun sudah pernah menulis tentangnya. Saya hanya tahu sepenggal-sepenggal dari berbagai ulasan di media. Akhirnya, saya berhasil menonton film ini beberapa hari yang lalu dan akhirnya saya mengerti jalan ceritanya!

Cerita bermula ketika sekelompok pelajar melakukan kunjungan wisata ke museum. Pemandu wisata mereka adalah seorang perempuan yang pandai menarik minat anak-anak. Ia menunjukkan sebuah buku raksasa yang menyimpan banyak cerita rakyat Meksiko. Ia pun menceritakan kisah tentang pertarungan antara kekuatan baik yang diwakili oleh kubu La Muerte dengan Manolo dan dan kekuatan buruk yang diwakili Xibalba dengan Joaquin.

La Muerte adalah penguasa di The Land of The Remembered, tempat bagi jiwa-jiwa yang kematiannya dikenang oleh orang-orang yang masih hidup. Adapun Xibalba adalah penguasa di The Land of The Forgotten, tempat bagi jiwa-jiwa yang terlupakan oleh orang-orang yang masih hidup. Keduanya bertaruh tentang siapa yang akan memenangkan hati Maria, semacam kembang desa di tempat mereka. Apakah Manolo atau Joaquin yang kelak akan menikah dengan Maria?

Manolo tumbuh dewasa menjadi seorang matador yang pantang membunuh banteng dan Joaquin menjadi seorang tentara yang arogan. Manolo hampir saja menikahi Maria jika Xibalba tidak berbuat curang dengan mendatangkan ular berbisa yang merenggut nyawa Manolo. Kematian Manolo membuatnya bertemu dengan ibu dan leluhurnya di The Land of The Remembered.

Masalah meruncing ketika Xibalba yang menang taruhan mengambil alih kekuasaan La Muerte. Sementara di dunia lain, Maria dan Joaquin beserta seluruh warga di San Angel terancam oleh serangan Chakal, semacam geng pembuat onar. Manolo kemudian berusaha untuk bisa hidup kembali dan membantu menyelesaikan segala kekacauan.

Singkat cerita, Manolo berhasil bangkit dari kematiannya dan ia bersama Maria, Joaquin, warga San Angel, serta arwah para leluhurnya mengalahkan Chakal beserta bala tentaranya. Manolo menikahi Maria dan mereka semua hidup bahagia selamanya.

Manolo via The Portland Press Herald

Manolo via The Portland Press Herald

Secara visual, saya suka film animasi ini. Tokoh-tokohnya digambarkan seperti boneka kayu. Hal yang menarik dalam film ini adalah ketika Manolo bertemu dengan Carmen. Secara fisik Carmen seperti gabungan antara Santa dan Sandy di film Rise of The Guardian. Perannya dalam film ini adalah sebagai penjaga keseimbangan di seluruh dunia baik di San Angel, The Land of The Remembered, maupun The Land of The Forgotten. Carmen memiliki sebuah buku yang selalu mengiringinya ke manapun ia pergi, The Book of Life. Buku ini semacam lembar-lembar Lauhul Mahfuzh, diceritakan bahwa buku ini berisi takdir manusia. Dan pada bagian takdir Manolo, kertasnya putih. Artinya, ia bebas menentukan jalan ceritanya sendiri. Itulah mengapa akhirnya Manolo bisa hidup kembali.

Carmen via Cartoon Brew

Carmen via Cartoon Brew

Jadi ingat tentang qada dan qadar, kan. Sebagian takdir tidak dapat kita utak-atik, sebagiannya lagi masih dapat kita ubah. Tentu kita mengharapkan perubahan yang baik bagi diri kita. Oleh karenanya kita berjuang setiap hari, demi hidup yang lebih baik dan demi akhir hidup yang baik.

Henny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s