Aksi Kebut-Kebutan Fast and Furious

Oh, tidak! Baru hari keempat movie challenge dan saya sudah merasa kehabisan energi. Sebulan yang lalu, saya mendapatkan sebuah gambar berisi tiga puluh tema tentang film dari Mbak Prima—mbak editor yang super duper kece.

Sempat absen sehari, tetapi saya putuskan untuk tetap mengambil tema ketiga untuk hari keempat ini. Film action. Saya tidak terlalu menyukai genre ini sebenarnya. Namun jika ditanya film aksi apa yang saya suka, jawabannya adalah Fast and Furious, mulai dari film pertamanya sampai terakhir filmnya yang ketujuh. Kabarnya, film ini akan terus berlanjut hingga sepuluh jilid!

Oke, mengapa Fast and Furious? Karena kebut-kebutannya itu lho bikin jantungan. Bayangkan, ada sekelompok orang menjarah truk besar yang sedang melaju kencang. Mereka mengendarai mobil di bawah truk besar itu. Jika kalah cepat, tentu saja mobilnya terlindas. Lagi, ada dua orang yang adu cepat melintasi palang kereta api. Pada saat yang bersamaan, sebuah kereta api melaju mendekati palang tersebut. Keretanya dilawan! Ada juga aksi lompat-lompatan. Lompat dari jembatan buka-tutup, lompat ke kapal yang bertolak ke laut. Lalu adu cepat di gunung yang penuh tikungan. Selanjutnya ngebut di lorong pertambangan yang sempit. Kemudian duet ngebut membawa kabur brankas balok yang tingginya mungkin seperti tiga mobil ditumpuk. Masih ada lagi mobil balapan dengan tank. Dan yang paling gila adalah mobil melawan pesawat terbang.

Tunggu dulu. Ternyata masih ada yang lebih gila. Di film ketujuh, mereka terjun mobil, sodara-sodara! Mereka menjatuhkan diri dari pesawat dalam keadaan berada di dalam mobil dan mendarat di gunung. Tidak berhenti sampai di situ saja. Ada yang mengendarai mobilnya dan lompat dari satu gedung ke gedung lain. Dua kali lompat secara beruntun di gedung pencakar langit yang ada di Dubai. Belum puas, mereka adu cepat lagi dengan pesawat.

Antara takjub dan ngeri setiap kali mengikuti aksi ngebut tokoh-tokohnya. Namanya film aksi, selain balapan mereka juga sering berkelahi. Setiap beraksi, mereka seperti hendak mengundang malaikat maut. Aksi paling dramatis dalam film ini—versi saya—adalah ketika Brian O’Connor a.k.a Paul Walker lari memanjat badan bus yang menjorok ke jurang, sekian detik sebelum akhirnya bus jatuh ke jurang.

photo credit: hdimageson.com

photo credit: hdimageson.com

Saya pernah mendapat materi penulisan fiksi bahwa tokoh protagonis tidak harus berasal dari orang baik-baik. Protagonis bisa saja muncul dari kalangan penjahat, namun harus ada tokoh lain yang lebih jahat darinya. Fast and Furious adalah contoh yang cocok untuk menerangkan kasus protagonis macam ini. Kapan-kapan bolehlah dicoba menulis cerita tentang protagonis yang lahir dari kalangan penjahat.

Henny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s