Hello Ghost. Halo Keluarga yang Telah Tiada

Sama seperti film action, saya juga tidak terlalu berminat pada film horor. Itu karena saya pasti akan terbayang-bayang sosok hantu, monster, atau makhluk jadi-jadian lainnya setelah menonton film genre ini. Namun ada satu jenis film yang hampir pasti membuat penontonnya baper tidak peduli film horor sekalipun. Sebab jenis film ini tidak benar-benar horor, selalu ada selipan kata romantis atau komedi di sampingnya. Maksud saya, horor komedi, horor romantis, komedi romantis, dan seterusnya. Itulah film Korea! Tengok saja drama Korea yang baru-baru ini selesai tayang—tapi saya kurang tertarik untuk ikutan nonton—yaitu Goblin. Kita sama tahu bahwa Goblin yang jadi musuhnya Spiderman itu mengerikan fisiknya, beda dengan Goblin-nya Korea, cowok berponi yang rapih dan ganteng modis pula. Pun pada film Korea yang lain seperti Gu Family Book atau apa misalnya, kamu tahu yang lain?

Hello Ghost ini bukan kisah cinta segiempat seperti yang seringkali jadi tema besar film Korea. Cerita berputar di sekitar Sang-Man yang diperankan oleh Cha Tae Hyun. Ingat film Ba-Bo? Nah paman itulah yang namanya Cha Tae Hyun. Sang Man dikisahkan sebagai yatim piatu dan tidak pernah tahu seperti apa rupa keluarganya. Saat hidup benar-benar susah, ia memutuskan untuk bunuh diri, mulai dari menenggak banyak pil sampai terjun ke sungai. Semua percobaan bunuh dirinya gagal dan ia justru jadi mampu melihat penampakan makhluk dunia lain. Tidak tanggung-tanggung, empat hantu selalu menghantuinya setiap hari.

Berdasarkan arahan seorang dukun, ia harus melakukan hal-hal yang mereka inginkan agar keempat hantu ini tidak lagi mengganggunya. Konsekuensinya, ia harus berbagi tubuh dengan mereka yang terdiri dari seorang kakek, seorang lelaki dewasa, seorang perempuan, dan seorang bocah laki-laki. Maka tak heran jika dokter menyalahpahaminya sebagai orang dengan kepribadian ganda. Sebentar bertingkah seperti kakek tua-tua keladi, selanjutnya seperti bapak-bapak yang doyan merokok, lalu seperti perempuan yang gemar menangis, dan seperti seorang bocah yang gila manisan.

Namun berkat keempat hantu ini kehidupan Sang-Man justru terasa semakin hidup. Seiring usahanya dalam mengabulkan permintaan terakhir mereka, ia bertemu dengan Jung Yun-Soo—perawat yang ia temui di rumah sakit ketika mengantar kamera milik sahabat si hantu kakek. Ia jadi akrab dengan Yun-Soo setelah nonton di bioskop bersama si hantu bocah. Ia juga berlatih renang bersama si hantu bapak. Dan si hantu perempuan membuatkannya makan malam. Akhirnya ia dan keempat hantu itu makan malam bersama.

Atmosfer di meja makan tiba-tiba berubah sendu setelah Yun-Soo bertanya, orang macam apa kah Sang Man? Sebab ternyata selama ini ia hanya melihat kepribadian dari hantu-hantu yang meminjam tubuh Sang Man.

Malam itu setelah Yun-Soo pulang, Sang Man mengusir pergi hantu-hantu di rumahnya karena ia telah memenuhi semua permintaan mereka. Namun keesokan harinya, ia menyadari satu hal ketika berbincang dengan Yun-Soo sambil makan kimbap. Rupanya keempat hantu itu sebenarnya adalah keluarganya yang telah meninggal. Mereka adalah kakek, ayah, ibu, dan kakaknya yang tewas dalam sebuah kecelakaan puluhan tahun silam. Hanya Sang Man satu-satunya orang yang selamat dalam kecelakaan tersebut. Karena shock, ia jadi lupa ingatan.

Nah, hilang sudah, kan, horornya. Apalagi sepanjang film juga penuh adegan konyol. Oke, silakan mbrebes mili nonton film ini dan jangan lupa doakan selalu keluarga kita yang telah tiada—ayah, ibu, kakek, nenek, pakdhe, budhe, siapapun—agar dilapangkan kuburnya.

Henny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s