Mama Cake. Perjalanan ke Bandung Mencari Sekotak Brownies dengan Beragam Rasa Kehidupan

Ini film antara komedi, romantis, horor, dan religi, kumpul jadi satu selama kurang lebih satu setengah jam. Aktor dan aktris tanah air, baik senior maupun junior, juga kumpul jadi satu di sini. Tokoh utamanya, sih, ada tiga—Raka, Willi, Rio yang diperankan oleh Omesh, Boy William, dan Arie Dagienkz—tapi cameo-nya banyak, mulai dari cewek cantik di butik, pelayan di toko brownies, penjaga warnet, bos geng motor berikut mantan pacar dan anggotanya, perawat, sopir taksi, sampai pedagang kaki lima di dekat Gedung Sate. Satu lagi yang membuat film ini jadi tambah keren adalah hampir setiap detik dalam film ini sarat akan muatan pelajaran hidup.

Film ini bermula ketika ayah Raka (Rudy Salam) menyuruhnya untuk membeli brownies Mama Cake langsung dari pusatnya, yaitu Bandung, demi neneknya (Nani Widjaya) yang sakit parah. Bersama Willi dan Rio, Raka meluncur ke Bandung naik mobil. Mereka tidak tahu bahwa misi membeli brownies itu ternyata dipenuhi halangan, cobaan, dan rintangan yang membentang di sepanjang jalan. Kekacauan bermula ketika jalanan macet sehingga mereka memutar dan mengambil jalan lain yang lebih jauh. Di tengah jalan mereka menabrak seorang lelaki (Fajar Umbara) yang membawa hawa mistis karena ia sempat menghilang, sama sekali tidak terluka, dan justru menawari minuman dingin padahal tidak ada satupun warung yang terlihat di sekitar TKP. Kemudian malang tak dapat ditolak, saat perjalanan pulang mobil mereka dicuri dan berujung pada pertengkaran ketiga kawan ini. Mereka pun berpisah dan mengambil jalan sendiri-sendiri.

Banyak hal konyol di sepanjang film ini, misalnya ketika Rio berkali-kali terpesona pada sapi dan kambing atau Raka yang bolak-balik ke toko brownies dan bertemu dengan pelayan rocker. Penonton juga dibawa tegang ketika Willi dikepung geng motor, Raka dikejar penjaga warnet yang sangar, juga ketika Raka, Willi, dan Rio mengalami kiamat dalam mimpi mereka. Film ini juga bernuansa romantis ketika Raka bertemu dengan Mawar (Dinda Kanya Dewi) dan dipaksa foto bareng serta sempat makan siang bersama di stasiun. Percakapan Willi dengan pacarnya (Renata Kusmanto) juga bisa dianggap romantis.

Adapun sisi religi film ini adalah selipan-selipan dialog yang cerdas dan bernas. Tidak terhitung jumlahnya, mulai dari kesalahan teori darwin, anjuran makan/minum dengan menggunakan tangan kanan, membahas gerakan shalat, anjuran zakat, menyindir gaya berpakaian generasi masa kini, mengkritik pergaulan bebas dan penyimpangan seksual, mendorong untuk cinta kebersihan dan lingkungan, sampai obrolan tentang amanah, takdir, dan hari kiamat.

Film ini meninggalkan beberapa teka-teki yang misterius bagi saya. Itulah mengapa saya sebut film ini agak horor, mistis gitu. Pertama, siapa sebenarnya lelaki yang tertabrak mobil itu? Bisa jadi ia adalah malaikat yang menjelma dalam tubuh manusia, sebab di akhir cerita ia bilang sedang ‘menjenguk sekalian menjemput teman’ di rumah sakit. Saat itu, nenek Raka—yang sebelumnya baru saja bercengkerama bersama Raka sambil makan brownies—ternyata meninggal dunia. Kedua, siapa perempuan (Henidar Amroe) yang ada di bagian epilog film? Ia tampak tersenyum mengamati foto Raka dan Mawar yang diberikan oleh si pelayan rocker. Asumsi saya, ia adalah ibu Raka, yang mungkin statusnya sudah bercerai dengan ayah Raka dan dialah pemilik brand Mama Cake itu sehingga nenek Raka berkeras untuk mendapatkan brownies-nya langsung dari pusatnya di Bandung. Ha! Malah ngarang! Tambahan satu lagi informasi, film yang pertama kali saya tonton di televisi saat sedang ngeshift di Poyeng tahun 2014 ini merupakan salah satu inspirasi bagi penulisan novel Buku Ini Tidak Dijual.

Henny

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s