Kenang-kenangan dari Festival MocoSik

Very late post. Ini acara yang saya datangi bulan Februari lalu. Mendadak saya ingat bahwa ada sesuatu yang menarik dari acara tersebut dan ingin saya bagi di sini. Acaranya berlangsung tiga hari di Jogja Expo Center, tapi saya hanya ikut satu hari dan satu sesi saja yaitu sesi bincang Buku dan Generasi Millennial. Selain karena daya tarik seorang news anchor sekelas Najwa Shihab, terdapat Glenn Fredly dan Tompi yang menjadi MC dalam acara itu. Selain itu, yang membuat saya rela begadang menyelesaikan pekerjaan—yang ternyata tetap saja terbengkalai—agar bisa berangkat ke Jogja pagi-pagi adalah karena ini kali pertama diadakan MocoSik, festival yang menggabungkan festival buku dengan musik. Sempat nggerundel, kok nggak dari kemarin, sih, diadakannya, waktu saya masih di Jogja, gitu. Tapi apa gunanya menggerutu? Jadi saya putuskan untuk mengikuti acara tersebut.

Hal konyol yang saya alami hari itu adalah saya bertemu dengan kawan lama ketika keluar dari mushola dan menuju ruang acara. Dulu saya pernah satu kelas dengannya saat kuliah. Saya memang memiliki firasat akan bertemu dengan seseorang yang saya kenal di acara itu, tapi tidak menyangka akan bertemu dengannya. Saya turut bahagia mendengar kabar kelulusannya, setelah tujuh tahun—lebih sedikit sepertinya—ia menyandang status mahasiswa. Tapi sayangnya saya tidak sempat berpisah baik-baik dengannya karena saya terlalu excited dengan acara bincang-bincang yang sudah dimulai. Saya hanya pamit ala kadarnya menuju bangku yang sudah saya tandai sebelumnya, sementara dia berdiri di belakang lalu saya tidak menemukannya ketika acara usai.

Nah, hal menarik pertama yang saya ingat dari acara bincang santai itu adalah gaya Glenn Fredly dan Tompi dalam memandu acara. Naluri musisi, mereka bisa dengan mudah menggubah lagu secara spontan saat berada di atas panggung. Mereka memperkenalkan sekaligus memanggil narasumber, Najwa Shihab dan Rudy Gunawan, dengan sebuah lagu. Glenn Fredly yang memainkan piano dan Tompi yang menyanyikan lirik.

Hal menarik kedua, saya terkesan dengan jawaban Najwa Shihab saat ditanya apa manfaat membaca sehingga ia gencar menggalakkan gerakan cinta baca? Tebak apa jawabnya? Bahagia. Katanya, membaca itu membuat kita bahagia! Ini jawaban paling cerdas yang pernah saya dengar. Setelah saya pikir-pikir, memang iya, saya bahagia ketika saya membaca. Hanya ada saya, buku, dan kadang musik kadang camilan, lalu saya keluar dari segala hingar bingar urusan dunia yang melelahkan. Oke, maka tepat keputusan perpustakaan nasional menobatkan Najwa Shihab sebagai duta baca.

Saat acara usai, saya membawa buku Catatan Najwa ke antrian berjubel—bukan panjang—di dekat panggung, berharap mendapatkan tanda tanganya tapi gagal. Saya menyerah, tidak mau lagi desak-desakkan dengan banyak orang lalu pulang. Singgah di rumah teman. Sudah.

Henny, 2017

Advertisements

9 thoughts on “Kenang-kenangan dari Festival MocoSik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s