Antara Aku dan Saya Pada Hari Minggu

Saat itu hari Minggu. Aku dan saya bersilang pendapat di dalam kepala. Aku ingin pergi ke toko buku. Sudah lama sekali aku tidak menyapa buku-buku dalam deretan rak-rak kayu itu. Mereka kawanku. Aku kawan mereka. Kami adalah hubungan simbiosis mutualisme.

Tetapi saya tergiur dengan iming-iming kesempatan berjumpa dengan tokoh kenamaan di dunia sastra tanah air. Sebut saja namanya Kang Abik. Menurut saya, kesempatan macam begitu di kota kecil seperti ini tentu tak boleh disia-siakan.

Oke, aku masih bisa ke toko buku setelah saya mengikuti semacam acara jumpa penulis itu. Akhirnya pagi-pagi aku mencuci baju, mencuci piring, segera bersih-bersih, dan tidak lupa dandan cantik—versi saya tentu saja—lalu ambil kunci motor dan melaju ke Notosuman pada pukul setengah sembilan pagi. Selama sekitar dua puluh tahun tinggal dan menyandang status sebagai warga Ngawi, baru kali itu saya masuk ke dalam gedung yang merupakan rumah makan sekaligus hall pertemuan tersebut. Saya agak kikuk mau parkir, tapi tidak terjadi hal memalukan, kok.

Photo credit: Instagram Fildza Hilfi Fanani

Secara umum, apa yang disampaikan oleh Kang Abik sudah sering saya dengar, baik dari dirinya sendiri maupun dari para penulis lain. Tentang mengapa kita harus menulis sampai mengapa ia memilih tema cinta dalam setiap novelnya. Namun, ada satu hal baru bagi saya yang ia katakan dan terus menggema di benak saya sampai sekarang.

Kita sering salah sangka. Mengira ide yang baru berupa letikan sebagai ide yang sudah matang. Padahal ide baru bisa disebut matang jika kita bisa mengungkapkannya secara utuh melalui lisan, mulai dari awal, tengah, sampai akhir.

Itulah mengapa ide kita sering teronggok begitu saja di sudut folder komputer. Kita? Iya iya, saya doang mungkin, tapi kamu pasti juga pernah mengalaminya, kan?

Nah, di tengah acara tersebut, rupanya datang kesempatan lain. Seorang kawan mengajak saya mampir ke kafe di belakang butik Kalila, di sana ada tembok kuning yang ikonik dengan tulisan The Drink. Segera, saya mengiyakan. Biasa, korban iklan Instagram. tapi memang tempatnya asik, kok. Asik buat foto-foto, buat makan-makan, buat ngobrol ngalor ngidul juga asik.

Yellowww

Lalu tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Aku bingung. Ke mana sebaiknya aku pergi setelah ini? Langsung pulang ke rumah, sesuai rencana pergi ke toko buku, atau menuju ke salon? Eh, kok, salon? Iya, akhirnya aku mencari letak salon kecantikan itu ke sana ke mari. Sayang, aku belum berjodoh dengan si salon pada hari Minggu itu. Agaknya ia bersembunyi dariku.

Aku masih bingung hendak ke mana aku pergi setelah ini. Bayangkan, rumahku berada di ujung barat sana yang jaraknya dari kota adalah sekitar dua puluh kilometer. Sedangkan toko buku itu juga tidak kalah jauhnya, berada di lantai tiga sebuah mall besar di kota seberang yang jaraknya kira-kira juga dua puluh kilometer. Aku berjalan sambil berpikir. Tepatnya mengendarai motor sambil berpikir.

Lalu muncul begitu saja pemikiran yang mantap bahwa aku harus pergi ke toko buku. Pada akhirnya aku menuruti apa keinginanku, apa kata hatiku. Mungkin karena orang-orang bijak berkata, follow your dreams, they know the way. Mungkin lagi karena rindu dendamku pada kawan-kawan setia di sana sudah tidak terbendung lagi. Mungkin juga karena aku akan bosan jika harus menunggu seminggu lagi.

Maka di sana lah aku berakhir pada hari Minggu itu, di toko buku. Sebut saja namanya Gramedia yang ada di Mall Matahari Madiun. Meskipun tidak menemukan buku yang aku cari, tetapi aku tidak pulang dengan tangan kosong. Aku mendapatkan buku lain yang juga aku inginkan sedari lama. Pingkan Melipat Jarak.

Ini teman baru saya, si Pingkan Melipat Jarak

Dan dengan demikian berakhir sudah perjalanan saya dan aku pada hari Minggu itu.

Henny

Advertisements

3 thoughts on “Antara Aku dan Saya Pada Hari Minggu

  1. Mutiara Ulfah says:

    Ya Allah cah uadohe pol, pantes waktu itu kamu bilang mau nyamper aku lha wong ke toko buku aja mesti ke matahari mall nya madiun 😂😂😂😂 aku pernah nongki disana lho hhhaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s