Rewang

Saya cukup sulit menemukan padanan kata rewang dalam bahasa Indonesia. Intinya, disebut rewang ketika kita ikutan bantu masak-masak dalam suatu hajat milik orang lain, misalnya acara tasyakuran atau pesta pernikahan. Bersama-sama, para tetangga dan sanak saudara akan berkumpul untuk mempersiapkan makanan bagi orang-orang yang hadir dalam acara tersebut. Istilah rewang ini biasa dipakai oleh masyarakat pedesaan, seperti saya. Continue reading

Advertisements

Tentang Kucing dan Karma

Dulu sekali, saya pernah bertemu anak kucing yang imut dan lucu di selokan depan rumah. Selokannya kecil dan jarang dialiri air. Mari lupakan selokannya, dan fokus pada kucingnya. Sebenarnya saya tidak terlalu ingat bagaimana rupanya, tetapi saya yakin kucing itu pasti sangat menggemaskan sampai-sampai saya berniat untuk memeliharanya. Kalau tidak salah ingat juga, saya bahkan sempat mengelus bulu-bulu lembutnya. Satu hal yang saya yakini, itu adalah kucing belang dengan warna kuning kunyit dan putih, yang setelah browsing sana-sini ternyata nama kerennya adalah ginger cat. Continue reading

Tentang Mereka Yang Galeri Fotonya Di Instagram Selalu Saya Sukai

Pada dasarnya, saya hobi melihat gambar yang indah-indah. Selalu ada perasaan buncah saat mata saya menangkap gambar sesuatu yang dipotret dengan detail, komposisi seimbang, pencahayaan bagus, serta tidak pecah saat di-zoom in. Keindahan gambar-gambar tersebut meluruhkan pikiran negatif yang membuat kepala saya berat. Seperti misalnya saat ini, saya dilanda stres karena dari kemarin gagal menuliskan ide-ide sekaligus gagal upload gambar.

S t r e s s e d ! Maka saya lari ke sini dan bercerita tentang Instagram, aplikasi berbasis foto galeri. Continue reading

Ramadan Dalam Ingatan Sepanjang Dua Puluh Tahun

Rasanya tidak afdol jika tidak bercerita tentang Ramadan di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Itulah mengapa saya memanggil memori dua puluh tahun ke belakang demi mencari sesuatu yang bisa saya ceritakan di sini. Sebenarnya saya sendiri kaget ketika berhitung dan mendapati angka cantik dua puluh ini sebab saya pikir angka yang akan saya peroleh adalah lebih dari bilangan tersebut. Ternyata saya masih cukup muda, kok. Ha! Biarlah angka-angka terus bertambah, tetapi semangat muda harus tetap dalam jiwa, kan? Continue reading

Wiwit

Lama tidak menulis tentang girls squad. Jadi begini, saat kuliah dulu saya punya semacam geng yang anggotanya mencapai belasan perempuan dan setelah melalui kurun waktu tertentu akhirnya kami dipanggil Keluarga Guci. Ceritanya agak rumit buat diceritakan di sini. Kalau mau tahu mungkin saya bisa cerita saat nanti kita ketemuan langsung. Nah, kapan? Continue reading

LifeGoals: Hari Kembalinya Ruh Seorang Penulis

Hari itu hati saya kalut. Ada sebuah cita yang tak kunjung tercapai. Padahal jiwa dan raga sudah lelah. Ditambah lagi saya tidak punya pendukung setia. Maka mudah sekali hati saya goyah dalam memperjuangkannya.

Hari itu adalah rangkaian hari di bulan Oktober. Sebuah pintu telah tertutup bagi saya. Pintu itu memiliki ukiran yang indah di seluruh permukaannya. Di balik pintu itu terdapat sebuah negeri tempat kelahiran Harry Potter.

Hari itu adalah hari Jumat. Sebuah pintu yang lain terbuka bagi saya. Meskipun hanya berupa celah kecil, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Saya ketuk pelan-pelan. Barulah pada keesokan harinya, celah pintu itu terbuka lebar. Continue reading

Kebetulan yang Terencana

Ada yang terpendam dalam pikiran dan mendesak ingin keluar. Ini sisa-sisa kenangan Ramadhan tahun ini, 1437 H. Selagi satu bulan Ramadhan kemarin masih terbayang jelas dalam benak. Sebelum sebelas bulan ke depan menggerus ingatan. Ada satu kisah yang belum kuceritakan. Continue reading

Eko Nurdianto

Di Antara 3 Masjid

Ini bukan tentang 3 masjid yang selalu dirindukan umat untuk sujud di sana. Mereka bukan masjid-masjid di tanah impian. Bukan Masjidil Haram, bukan Masjid Nabawi, juga bukan Masjidil Aqsha. Masjid-masjid ini sangat jauh letaknya dari masjid di Makkah, Madinah, dan Palestina itu. Namun besar kemungkinan, 3 masjid yang ini senantiasa dirindukan oleh mereka yang pernah tinggal di Yogyakarta. Aku salah satunya. Continue reading

english.vietnamnet.vn

Kesuma Jatuh Tidak Jauh dari Tangkainya

Sebelum jauh bercerita, baiknya aku jelaskan dulu kepadamu bahwa kesuma dan tangkai yang kumaksud di sini adalah kesuma a.k.a. bunga dan tangkainya pohon jeruk, jeruk bali tepatnya. Sekedar wawasan, jeruk bali ini kalau di negerinya Ratu Elizabeth sana disebut dengan pomelo, tapi sayang, Sang Ratu agaknya kesulitan jika ingin memakan buah yang satu ini. Bagaimana tidak, pomelo ini memang buah khas di negara-negara Asia Tenggara, seperti negara kita ini. Indonesia! Nah, jika kau sedang ada waktu luang dan berlibur ke Magetan, maka mudah saja kau temui buah yang manis itu. Bisa pula kau beli dan bawa pulang untuk oleh-oleh. Oke, mari kita mulai kisah ini. Continue reading